Engagement stuff – Kebaya

Hai, postingan kali ini gue akan membahas sesuatu yang menjadi salah satu perbincangan di antara tamu-tamu pesta lamaran gue kemarin, yaitu KEBAYA.

Kebaya merupakan barang wajib buat orang Indonesia (terutama wanita Jawa) dalam setiap event- event penting dan sakral. Dalam banyak event, kebaya dipakai agar wanita (jawa) bisa terlihat anggun, terhormat, dan sekaligus stylist nan sexy 😛 Kebaya sering banget kita jumpai, gak cuma dipakai untuk nikahan sebagai pengantin, namun kebaya sering dipakai seperti di acara kondangan, wisuda, lamaran, hari-hari nasional, dipakai untuk acara kenegaraan bahkan ritual budaya. Indonesia kan multicultural banget ya, diversity in united, apasih hehe. Makanya kebaya tuh udah kaya baju nasional yang bisa dipakai sama semua orang dan berasa Indonesia banget!

Menurut hasil baca-baca dan ke sotoy-an gue, kebaya sendiri macemnya banyak dan asalnya juga dari berbagai penjuru Indonesia. Ada kebaya Jawa, yang ini paling gue tahu, ada kebaya encim dari Betawi, dan lain-lain hehe. ketahuan banget ya ilmu gue cetek.

Nah, kenapa sih akhirnya gue ngomongin kebaya? well, gue memang sering pakai kebaya, dari bikin buat wisuda maupun dapet buat seragam nikahan temen maupun sodara, tapi gue ga pernah menanggapi kebaya dengan serius. Artinya, gue selalu bikin kebaya yaudahlah yang penting jadi. Sampai pada akhirnya, di acara big day gue, gue mau sesuatu yang beda. kenapa beda, gue mau kebaya gue mengesankan di pakai di badan gue.

akhirnya dari tiga bulan sebelum lamaran, gue udah search, kebaya apa yang cocok di badan, model dan warnanya. Dan paling penting adalah, dimana jahitnya!

udah nanya ke berapa tempat salah satunya the famous Vera kebaya, turns out malah jadi serem yah, karena satu kebaya di bandrol dengan harga minimal 15 juta. Geez, out of my budget. Nah ada satu penjahit yang memang udah di incar sih sebenernya, penjahitnya ini rekomendasi dari saudara sepupu, udah lihat sendiri hasil dari jahitanya, karena dia jahit untuk wisuda, seketika jatuh cinta. Akhirnya, gue memutuskan untuk jahit disana, nama penjahitnya adalah Cik Ross. Jangan expect Cik Ross ini penjahit ala vera kebaya, jauh! tapi hasil jahitannya, boleh diadu! hehe.

Nah di Cik Ross ini kita gak bisa tuh jahit waktu mepet-mepet. maksimal spare waktu nya ada dua bulan, itupun kalau sepi, kalau rame siap-siap ditolak, waktu aman untuk bisa jahit disana adalah 3-4 bulan sebelum acara. Dan gue cuma ngingetin ya kalau si Cik Ross ini galak, moody dan banyak ngomong. hahhaa. Banyak ngomong in a good way ya, jadi tuh dia seneng cerita, dan seneng dengerin kita kaya konsultasi gitu lah, kebaya apa yang cocok modelnya, payet nya seperti apa, rok nya dibuat seperti apa, dan lain lain. Jadi kadang sebelnya, kalo kita udah punya model, bisa tuh di ganti sama dia karena menurut dia, bagusan yang dia bayangin hehe.

Nah sebelum ke cik ross, gue sama mama memutuskan untuk membeli bahan di Pronto, tapi ga di Mayestik melainkan di Pronto Bintaro. Kenapa milih Pronto? karena pertama tempatnya enak dan besar, ini jadi pertimbangan banget yah, karena kalau milih bahan yang banyak segambreng tapi suasana dan service nya riweuh bisa jadi salah pilih. Kedua Pronto ini toko besar, jadi saya percaya dengan harga dan kualitas yang bagus. Setelah ke Pronto, gue memutuskan untuk beli bahan Perancis. Konon bahan perancis itu adalah bahan yang enaaaak untuk dipakai dan bahkan Vera Kebaya juga pake tuh bahan Perancis. Kalau dilihat bahan perancis sih emang ga ada yang istimewa, kalau menurut gue malah kaya bahan nenek-nenek. Dengan bahan yang biasa aja, polos, ga ada payet, satu meter kain dihargai Rp.1.xxx.xxx dan untuk bikin kebaya, gue butuh 2meter. Warna yang gue pilih merupakan warna yang gue suka, yaitu warna pastel Nude yang menyatu dengan kulit.

Nah setelah beli brukat, beberapa hari kemudian, gue beli kain sarimbit untuk gue dan mas Bagus. Kain sarimbit gue beli di butik di Thamrin City, harga sarimbit sutera tulis, dibanderol Rp.3.xxx.xxx. Gue memilih sarimbit berwarna cokelat dengan motif yang gak terlalu rame.

Nah sesudah lengkap bahan-bahannya, maka gue langsung jahit di CIkross. ada insiden sih pas mau ambil jahitan, Nota gue ilang dan dia marah-marah. padahal kan harusnya dia bisa lihat di buku nya dia. sebel!. ini yang kurang dari cikross, selain tempatnya yang nyempil, pelayanannya ampun deh kalo lagi moody! Jahit Di Cikross, totalnya hanya Rp.1.xxx.xxx,-

Waktu jahit yang dibutuhkan adalah dua bulan, gue naroh itu di bulan January awal, dan diambil di awal April.

Reviewnya, kebaya dengan bahan perancis ini memang enak banget, harga ga bohong yah! gak gatel dan mengikuti postur badan, enak banget! Payet details cikross bagus, payetnya berpola sesuai bunga di brukatnya, dan banyak aksesn mutiaranya. Payetnya walau warna senada tapi nyala. keren banget. Buat yang mau tau cikross ada dimana, dia workshop nya ada di rawamangun, di Jalan Pemuda, di Gang nasi uduk kebon kacang, parkir aja disitu, jalan skeitar 200m nanti workshopnya ada di sebelah kiri jalan. Jangan kesana hari Minggu, karena dia tutup!

Penasaran kan gimana jadinya, ini dia penampakan Kebaya gue.

DSC_0641.JPGDSC_0424.JPG

DSC_0408

Back details

DSC_0105.JPG

Details is everything

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s