am I really ready for this? what if….

Am I really ready for this? itu pertanyaan yang selalu muncul di benak orang-orang ketika memutuskan untuk keluar dari comfort zone mereka. Pertanyaan tersebut gak jarang membuat mikir dua kali, yang hasilnya bikin ragu, galau dan gundah gulana. tapi di balik itu semua, pertanyaan itu bagi saya kaya sebuah alert, pengingat bahwa semua tindakan punya konsekuensi. Apakah saya siap? siap menjalani? siap menerima konsekuensi?

Am I really ready for this? Pertanyaan ini ada saat moment besar dalam hidup saya, waktu pertama kali harus merantau. waktu pertama kali mewakili fakultas di lomba debat. waktu harus pergi ke negeri Paman Sam mewakili universitas saya untuk simulasi konferensi sidang PBB di Universitas Harvard. waktu saya diminta jadi ketua di sebuah kelompok belajar. waktu saya dapet pekerjaan pertama saya di sebuah perusahaan multi nasional. waktu saya pertama perform buat pekerjaan saya. waktu saya dipercaya mewakili perusahaan membawakan acara di depan ratusan, bahkan ribuan orang.

Waktu ada seorang yang meminta saya menemani dia seumur hidupnya. dilamar!

Kaya apasih rasanya di lamar? Pastinya seneng dong, kayak anak kecil yang mau wisata ke dufan, perginya masih minggu depan, senyam senyum ga bisa tidurnya udah dari seminggu sebelumnya! hehe.  Seneng aja ada orang yang pada akhirnya mau nerima gue, completely!

Pertama Mas Bagus ke rumah, kirain cuma mau ngenalin diri ke keluarga, gak taunya dia langsung mengutarakan niatnya kepada Mama, Papa dan Mbah Putri. WOW. udah gak sempet mikir, AM I REALLY READY FOR THIS??? Walau sebenernya sebelum pertemuan ini kita memang sepakat bahwa hubungan kita mengarah ke pernikahan.

Rencana demi rencana tersusun rapih dalam agenda kita berdua untuk mempersiapkan pernikahan. masih dalam euphoria seneng ‘bok dilamar pria tampan, rupawan nan darmawan (nama terakhir dia hehe) pertanyaan pengingat itu sirna, gak pake nanya sama diri sendiri, langsung siap! hehe

Semakin dekat dengan hari lamaran dan pernikahan, tiba – tiba semua hal sepele jadi besar, terutama masalah perang batin sama diri sendiri. apakah gue bener-bener siap? Am I really ready for this? katanya sih ini bakal dialami sama semua calon pengantin, I don’t know.

Permasalahan dimulai! Perbedaan mulai berasa. Kenapasih cowo gue gak suka sama John Mayer? Kenapa cowo gue gak tau Zooey Deschannel? Kenapasih cowo gue gak suka bola? kenapa kenapa dan kenapa? Sempet mikir, bisa gak yah hidup sama orang yang beda sama gue?

Luput dari perhatian gue, bahwa mungkin juga hal yang sama dirasakan oleh pasangan gue. Mungkin dia juga mendambakan perempuan yang suka music klasik, yang bisa menari ballet, yang bisa berbahasa jawa, yang bisa masak gudeg, yang bisa main music dan lain lain. tapi kenapa si Mas ini kok kayanya adem ayem aja dapet perempuan yang mungkin jauh dari ekspektasi dia. satu yang dia tanamkan dari awal ke saya, keyakinan dan komitmen. nulisnya aja terharu.

Gak semua yang kita pengen bisa kita dapetin, karena emang fairy tale does NOT exist unless you create your own story. Gak semua yang kita pikir perfect akan fits sama kita. You deserve what you deserves, you deserves to be happy. And happiness doesn’t just come from up above, you create it. Kadang kita lebih mentingin ego kita ketimbang akal sehat. kadang kita terlalu memberatkan pandangan kita untuk melihat sebuah masalah jadinya berat sebelah. kalau bahasa medianya mah ga cover both sides hehe.

Keraguan dan ketakutan yang muncul itu BELUM TERJADI. BELUM.

untitled

Enter a caption

Apapun jawaban dari pertanyaan Am I really ready for this, akan menghasilkan sebuah konsekuensi yang bisa mengubah kehidupan kalian, menjadi lebih baik atau menjadi pelajaran untuk kedepannya. because everything happens for a reason, kata orang-orang sih gitu.

Apakah gue siap? gimana kalau???? Dear bridezilla percayalah, pertanyaan itu memang harus ada sebagai pengingat kita agar tetap was-was dalam menentukan pilihan. Keraguan itu pasti ada, karena disetiap keputusan ada banyak pilihan. Selama keputusan dirasa tidak merugikan dan membebankan siapapun terutama diri sendiri, I think WHY NOT?

 

so Am I really ready for this? YES I AM! 🙂

Kamu gimana? masih ragu sama calon kamu?

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s